Kabur Sejenak dari Kepenatan Kota : Curug 7 Cilember

/
2 Comments
Satu paket perjalanan di hari yang sama, mengitari kabupaten Bogor-kota Bogor- Kabupaten bogor lagi. Dimulai dari Sawangan, lalu menuju Ciapus untuk survey kampung budaya Sindangbarang. Tapi berhubung hari itu ada orang nikahan di kampung budaya sindangbarang, akhirnya karena masih pagi, saya dan pacar memutuskan untuk lanjut ke cisarua.

Sudah sejak lama saya ingin ke curug 7 cilember, baru kali ini kesampaian. Kali ini tergolong sangat nekat. Tidak tahu jalan, tidak tahu persis lokasinya di sekitar mana. Hanya bermodalkan ingatan bahwa saya pernah melihat tanda plang menuju curug di dekat pasar cisarua. Benar saja, kami nyaris nyasar. Plangnya terlewat, untungnya saja ingatan saya benar. Ada jalan menuju curug itu lewat jalan yang seberangnya pasar cisarua. Menyusuri jalan, mengekor di belakang rombongan motor-mobil yang tak kami tahu menuju kemana. Setelah 3 kali bertanya, akhirnya kami sampai di jalan yang langsung menuju wilayah curug.

Jalannya menanjak, cukup terjal, dengan jalan yang super sempit. Jika anda rombongan dengan bis, anda harus parkir di lapangan parkir di bawah, lalu berjalan kaki menanjak sekitar 300 meter. Jika membawa mobil, harus dipersiapkan kondisi koplingnya karena cukup menguras kemampuan mesin mobil anda. Anda bisa parkir di kawasan curug. Jalannya sempit, sehingga jika berpapasan dengan mobil lain, anda harus ekstra sigap, cermat, dan hati-hati.

Kawasan Wana Wisata Curug Cilember ini dikelola oleh Perhutani. Namun warga lokal juga diikutsertakan dalam pengelolaan lahan parkir dan tempat makan-minum serta outbond di dalam kawasan.

1 motor dikenai biaya parkir 5 ribu rupiah. Setiap pengendara motor wajib menitipkan helm, dengan biaya 5 ribu rupiah (per motor). Kawasan ini masih asri, meskipun sudah mengalami penataan, buktinya masih ada monyet ekor panjang yang muncul di sekitar. Saat kami datang, ada seekor monyet ekor panjang ukuran dewasa sedang melihat-lihat tak jauh dari tempat kami parkir.

Wana wisata ini tertata cukup rapi. Jauh kalau mau membandingkannya dengan curug di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (Gunung Bunder). Jalan menuju kawasan cukup rapi teraspal, parkir lumayan luas, pintu masuk sudah modern, ada sound system yang senantiasa 'menasihati' pengunjung di pintu masuk, serta pintu masuk yang tertata apik.

Gerbang masuk Wana Wisata Curug Cilember

Mau foto pintu masuk ini aja ngantrinya lama loh. Bagus kan?
Tulisan west java-indonesia nya ini ada tepat di sebelah loket masuk. Harga tiketnya 13 ribu rupiah per orang untuk wisatawan lokal. Mahal ya? Sebenarnya tidak. Karena dengan membayar 13 ribu ini kita bisa mengunjungi setidaknya 3 air terjun. Berbeda dengan di kawasan TNGHS yang setiap curug bayar lagi.

Setelah loket masuk, ada papan selamat datang. Papan selamat datang itu tepat terletak di pinggir kolam buatan yang berisi ikan koi berukuran besar-besar.
Wilujeng sumping (sunda), selamat datang (indonesia baku), welcome (inggris), ahlan wa sahlan (arab). Ada yang belum tau kenapa ada tulisan arab di sini?
Setelah kolam ikan, kita disambut oleh jembatan dan petunjuk jalan.

Untuk menuju air terjun, taman kupu-kupu, wahana keluarga, kita terlebih dulu melewati jalan setapak yang agak menanjak. Jalan setapak ini sudah bagus, rapi, dan banyak tersedia tempat sampah di sekitarnya yang sudah dipisahkan organik dan anorganik.
Setelah jalan setapak itu, kita sampai di kios-kios wisata. Banyak yang menjajakan makanan ringan, jagung bakar, makanan berat, sampai souvenir. Harganya juga tidak terlalu mahal. Kios wisata ini tepat berada di persimpangan jalur air terjun 5 dan 7, taman kupu-kupu, dan terapi ikan. 

Taman kupu-kupu? Ya. Di tempat ini anda bisa mengunjungi tempat konservasi kupu-kupu. Namun, untuk masuk ke sana anda butuh merogoh kocek sekali lagi dengan harga 15 ribu per orang.
Taman kupu-kupu
Jika anda memilih untuk naik ke curug terlebih dulu, maka anda harus mulai menanjak mulai dari kios wisata.
Ada dua pilihan jalur, menuju curug 5 terlebih dahulu, atau 7 terlebih dahulu?

Oh iya, mengapa dinamakan curug 7 cilember? Karena curug yang terletak di cilember ini terdiri dari 7 air terjun yang letaknya bertingkat. Curug 7 adalah curug yang paling mudah dicapai, curug 6 entah dimana (tak ada dalam peta, mungkin tak bisa didaki), curug 5 agak lebih di atas, curug 4 lebih ke atas lagi, hingga yang terjauh adalah curug 1, namun tak ada jalur pendakian ke curug 1. Curug yang masih dapat ditempuh oleh orang awam non pendaki adalah sampai curug 4, karena lebih dari itu jaraknya semakin jauh. Bahkan menuju curug 2 dari curug 7 dapat mencapai 1,5 jam dengan trek yang ekstrim.

Jika membawa anak-anak, sebaiknya ajak ke curug 7, karena paling mudah dicapai dan paling aman. Tapi jika anda pemuda-pemuda petualang yang ingin mencoba hal menantang, cobalah naik ke jalur 5 terlebih dahulu.
Saya mencoba naik ke 5 dulu. Jalurnya pada awalnya cukup diberi petunjuk. Namun semakin ke atas, justru banyak percabangan tanpa petunjuk. Bermodalkan insting, kami mendaki ke jalur yang kami rasa benar.
Jalurnya sebenarnya lebih aman dibandingkan jalur ke curug seribu di gunung bunder (lihat tulisan wisata gunung bunder ), tapi lebih menanjak. Jaraknya pun jauh lebih dekat, hanya 10-15 menit berjalan santai.
Hanya sebagian kecil perjalanan, tapi dengan batu yang tak terlalu licin, jalan yang cukup lebar, tidak se ekstrim curug seribu
Setibanya di curug 5, kami langsung menuju warung di sana. Warungnya cukup bersih, rapi dengan penjajanya yang sopan. Ya, ada warung yang menjual berbagai macam makanan. Cukup berguna untuk kami yang belum sempat sarapan. Kebiasaan buruk kami berdua, kalau naik ke curug pasti butuh makanan tambahan, kalau perut tidak di isi, kepala rasanya langsung melayang. haha
Mengisi cadangan energi memang sangat diperlukan dalam melakukan perjalanan ke curug seperti ini. Hal ini bisa disiasati dengan membawa makanan atau minuman manis disamping air putih. Dan, kalau sudah tidak kuat, jangan dipaksakan. Jangan sampai seperti gadis perempuan yang berpapasan dengan kami, dia pingsan di tengah trek. Kasihan teman-temannya, bingung bagaimana caranya membawa tubuhnya ke bawah sementara jalurnya terjal.


Sayang sekali, hari itu curug ini ramai, jadi saya tidak bisa mengambil foto dengan baik.
Setelah energi terisi, saya melanjutkan perjalanan ke curug 7. Dari arah warung, saya melintasi dinginnya air terjun menuju jalur di seberang.
Jalurnya cukup landai, tak seperti jalur satunya. Hanya saja, di jalur ini treknya berupa tanah dan akar, sementara di jalur satunya berupa batu. Jadi, di jalur 5 ke 7 ini agak lebih licin.
Tiba di curug 7, curug ini lebih ramai orang, Banyak keluarga berpiknik dan gerombolan anak muda berfoto ria.


Meskipun musim penghujan, debit air curug ini tak terlalu besar. Sayangnya, kolam ar terjunya tak alami lagi, sudah cibentuk bendungan dengan campuran semen. Tak apa, agar anak aman bermain di kolam ini. Airnya tak sejernih di curug 5 memang.
Di dekat curug7, sangat dekat bahkan, tersedia beberapa villa yang disewakan.



Ketika sampai curug 7, sudah waktu solat zuhur. Kami solat dulu di musholla. Mushollanya cukup baik.
Menurut saya, wana wisata ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Ada villa, ada tempat camp keluarga, ada tempat camp bebas yang dinamakan Camp Pakis, musholla terbuka yang bersih, toilet banyak dan bersih, fasilitas outbond seperti flying fox, dan lain-lain.
Lokasi camp untuk keluarga, sudah tersedia tenda
Ada satu hal yang saya sesalkan  dari trip hari ini, kenapa saya ga lihat map nya dulu?
ternyata jalur menuju curug 4 tepat persis di samping kiri curug 5, dan hanya 10 menit. Saya pikir jalur yang itu mengarah ke curug 5 juga. Haduh. Ada yang terlewat deh.
Padahal pengen ke curug 4, 3, 2 yang lebih di atas. Apa daya ga liat peta.
Setelah solat, kami pulang. Di jalan pulang, saya baru menerka-nerka jalur yang sebenarnya.
Jadi, kalau dari arah jakarta, setelah Cimory Riverside, beberapa puluh meter kemudian di sebelah kiri ada gang kecil, yang ada papan reklame villa Bayak. Cukup jelas terlihat koq. Kalau dari pintu masuk yang itu, tinggal ikuti jalan saja (lumayan jauh, dengan jalan super sempit) sampai nanti anda melihat lapangan parkir luas, kemudian ada pecahan jalan sambil menanjak curam. Ambil yang ke kiri kemudian ikuti jalan saja hingga sampai di Wana Wisata Curug 7 Cilember. Anda juga bisa lewat gang yang lain, asalkan tidak malu bertanya. :)



You may also like

2 komentar:

  1. Mantap qq..
    boleh sto bkg buku nn p petualangan2 ini ;)

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.