Tampilkan postingan dengan label Belajar Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Sains. Tampilkan semua postingan
The number of people who don't understand this is too damn high!
Saya tertawa melihat gambar ini di 9gag pertama kali. Tapi komentar 9gag user lainnya justru membuat saya lebih tertawa "the number of people who don't understand this is too damn high". Ya, benar sekali. Terdapat banyak sekali orang yang tidak mengerti bahwa sebenarnya Dihydrogen Monoxide atau dalam ejaan bahasa Indonesianya dihidrogen monoksida itu adalah air. Penamaan resmi untuk air memang dihidrogen monoksida atau bisa disingkat DHMO. Lucunya, di luar sana, ada hoax yg mengatakan DHMO itu berbahaya, namun yang lebih lucu lagi ada orang yang percaya.

Nah, memang kenyataannya semua hal yang berbau kimia ditakuti oleh masyarakat awam. Apapun itu, kalau diganti dengan bahasa ilmiahnya, akan jadi 'berbahaya', atau justru sebaliknya, menjadi 'berkhasiat'. Dalam beberapa hal juga bisa dijadikan sebagai cara untuk menyembunyikan image buruk. Sebagai contoh, yang diketahui secara umum sebagai penyedap rasa adalah 'monosodium glutamat'. Namun di beberapa produk makanan, tertulis 'mononatrium glutamat'. Kalau orang awam, pasti yakin bahwa makanan itu aman dikonsumsi karena tak mengandung MSG. Padahal, Natrium itu ya sodium. Monosodium glutamat ya mononatrium glutamat. Sodium adalah nama lain natrium, unsur yang berlambang Na. Di amerika dan beberapa negara eropa, mereka menggunakan nama sodium, bukan natrium.

Satu-satunya cara agar tak dibodohi oleh pedagang adalah dengan mengerti. Maka, mari kita pelajari dasar-dasar penamaan senyawa kimia. Penjelasan di dalam tulisan ini lebih ditujukan kepada siswa SMA ya.

Pertama, mari mulai dengan mengenal tabel periodik.
Tabel Periodik Unsur
Kita kupas sedikit terlebih dahulu tentang tabel periodik. Tabel periodik memiliki 18 kolom dan 7 baris. Dua baris tambahan di bawah sebenarnya adalah unsur yang terletak di antara Ba dan Hf (golongan Lantanida) dan antara Ra dengan Rf (golongan Aktinida).

Kolom (dari kiri ke kanan) menunjukkan golongan, sementara baris (atas ke bawah) menunjukkan periode. Golongan dalam tabel periodik menunjukkan kemiripan sifat, sementara periode menunjukkan kenaikan massa atom unsur. Untuk mengetahui golongan dan periode, lihat saja di bagian atas tabel tersebut.
dua sistem penomoran yang biasa digunakan
Pada gambar di atas, terlihat ada beberapa nomor di atas unsur di urutan teratas. Sistem golongan 1-18 digunakan berdasarkan sistem IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) yang baru. Sementara sistem A-B-A digunakan berdasarkan sistem CAS (Chemical Abstract Service). Indonesia menggunakan sistem A-B-A dari CAS seperti halnya di Amerika. Jadi, umumnya di Indonesia, unsur Fosfor (P) berada di golongan VA, bukan 15.

Berdasarkan sistem CAS, unsur terbagi atas 2 blok yaitu blok A dan B. Dua golongan yang paling kiri adalah golongan IA dan IIA, mulai dari unsur Sc (Scandium) hingga unsur Zn (Zinc/Seng) dan unsur di bawahnya adalah golongan B. Boron (B) hingga ke ujung kanan adalah golongan IIIA hingga VIIIA.

Sekarang mari mengenal nama unsurnya.

Apa saja unsur di golongan IA?
Unsur golongan IA
unsur golongan IIA
Di golongan IA ada dua unsur yang punya nama lain, yaitu Natrium-Sodium dan Kalium-Potassium.
nama unsur yang sering kita dengar dan lihat lainnya :


Unsur-unsur golongan IA (kecuali Hidrogen), IIA dan IIIA (kecuali boron) merupakan logam. Sifat khas dari logam adalah jika menjadi ion, bentuk ionnya memiliki muatan positif. Unsur golongan B disebut juga logam transisi.

Sama seperti logam golongan A, logam transisi (golongan B) juga memiliki muatan positif ketika berubah menjadi ion.Logam golongan B banyak digunakan sebagai campuran barang-barang berbahan logam yang sehari-hari ada di sekitar kita.
Beberapa Unsur Golongan B
Beberapa Unsur golongan B
Merkuri memiliki nama lain yaitu raksa atau Hidrargirum.
Besi dan tembaga, biasanya yang digunakan dalam bahasa indonesianya adalah versi bahasa Indonesia yaitu Besi dan Tembaga, bukan Ferrum/Ferrous dan Cuprum/Cuprous. Namun di beberapa kondisi seringkali digunakan 'ferro-ferri' dan 'cupro-cupri' yang spesifik untuk menunjukkan kondisi biloks logam di senyawa itu.

Setelah mengetahui nama-nama unsur, kita juga harus mengetahui mana unsur yang logam dan mana yang non logam. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, unsur golongan I A (kecuali hidrogen), IIA, IIIA (kecuali boron), dan golongan B adalah logam. Sementara unsur-unsur yang bersifat nonlogam berada di sebelah kanan, yaitu golongan IVA hingga VIIIA dan hidrogen.
Boron, silikon, dan beberapa unsur lain (lihat tebal peridok, terdapat pola warna tersendiri bagi beberapa unsur tersebut) digolongkan ke jenis metaloid. Metaloid artinya sifatnya ditengah-tengah antara logam dengan nonlogam.

Lalu apa perbedaan dari logam golongan A dan B?

Logam golongan A, akan berubah menjadi ion positif dengan muatan yang sama dengan golongannya. Sebagai contoh, atom unsur Kalium jika berubah menjadi ion akan menjadi K+ (memiliki muatan +1) sementara atom unsur magnesium akan menjadi ion Mg2+ (memiliki muatan +2). Sementara logam golongan B dapat berubah menjadi bermacam-macam muatan sesuai dengan bilangan oksidasinya. Hal ini juga bergantung pada sifat unsurnya. Sebagai contoh, atom unsur besi memiliki 3 jenis ion, ion Fe2+, Fe3+, dan Fe4+, bergantung pada keadaan oksidasi atomnya saat itu. Mangan memiliki lebih banyak lagi variasi, bisa Mn2+ sampai Mn7+.

Karena perbedaan bilangan oksidasi (bisa dilihat dari muatan ketika menjadi ion) antara logam A dan B itu, penamaannya pun menjadi berbeda.

Untuk golongan A :

Nama logam___Nama nonlogam+ida

sebagai contoh :


  1. NaCl : Natrium Klorida
  2. MgO : Magnesium Oksida
  3. K2O : Kalium Oksida
  4. AlCl3 : Aluminium klorida
  5. Al2O3 : Aluminium Oksida

 untuk logam golongan A, berapapun jumlah logam dan nonlogam yang berikatan membentuk senyawa, tidak disebutkan ke dalam penamaan.

Untuk golongan B :

Nama logam__(biloks)__Nama nonlogam+ida

contoh :

  1. Fe2O3 : Besi (III) Oksida
  2. TiCl4 : Titanium (IV) Klorida
  3. CoCl2 :Kobalt (II) Klorida
  4. MnO2 : Mangan (IV) Oksida
  5. CuS : Tembaga (II) Sulfida 
Untuk memberi nama golongan B ini, terlebih dahulu kita harus memahami cara menentukan biloks. Nanti di bahas di sesi yang lain ya.

Pada golongan A, kita tidak perlu menuliskan biloksnya, karena sudah pasti. Na biloksnya dalam senyawa pasti 1, Ca pasti 2. Sementara untuk golongan B, kita tidak akan tahu senyawa yang kita maksud memiliki rumus senyawa seperti apa karena tidak tahu biloks logamnya berapa. 

Misalnya kita menyebutkan Mangan Oksida, nah loh, rumus molekul yang dimaksud itu apakah MnO, MnO2, atau yang bagaimana? Karena itu, penyebutan biloks sangat penting untuk golongan B.

Nah, bagaimana dengan senyawa yang semuanya nonlogam?

(jumlah atom1)Nama nonlogam1__(jumlah atom2)Nama nonlogam 2
jumlah atom disebutkan dengan :
mono untuk 1 atom
tri untuk 3 atom
tetra untuk 4 atom
penta untuk 5 atom
dan seterusnya

jumlah atom1 maksudnya adalah jumlah atom unsur yang berada di depan, bisa dilihat dari angka yang ada di sebelahnya.

contoh :


  1. H2O : dihidrogen monoksida / air (hidrogennya ada 2 atom, oksigennya ada 1 atom)
  2. PCl5 : Fosfor Pentaklorida (satu atom fosfor mono di depan tak usah disebut, klor ada 5)
  3. CO : Karbon Monoksida (satu atom karbon, satu atom oksigen)
  4. N2O5 : Dinitrogen pentaoksida (2 atom nitrogen, 5 atom oksigen)
  5. CCl4 : Karbon tetraklorida

Sekarang, bagaimana kalau di dalam senyawa tersebut terdapat lebih dari 2 jenis unsur, misalnya CaSO4?

terlebih dahulu kita harus mengenal beberapa ion poliatom yang sering muncul. Berikut saya rangkumkan beberapa nama ion poliatom :


untuk ion dari golongan VIIA dengan bentuk seperti perklorat, klorat, klorit dan sebagainya, penamaannya persis yang di atas, hanya tinggal mengganti kata unsurnya saja. Misalnya, BrO3- namanya adalah bromat.

Penamaannya sama dengan aturan untuk golongan A dan B, hanya mengganti nonlogamnya dengan nama ion.

sebagai contoh :


  1. K2BrO3 : Kalium bromat
  2. Fe(ClO3)3 : Besi (III) klorat     (besi tetap menggunakan aturan golongan B, menggunakan biloks)
  3. Ca(OH)2 : Kalsium Hidroksida
  4. KMnO4 : Kalium Permanganat
  5. Cr(OH)3 : Krom (III) hidroksida
  6. AgCH3COO : Perak (I) Asetat
Lalu bagaimana dengan senyawa yang memiliki unsur H didepannya seperti H2SO4?
Senyawa kimia ada yang bersifat asam ada yang sesifat basa. Senyawa yang melepaskan ion H+ disebut dengan asam, maka :

  1. H2SO4 : Asam sulfat (karena melepaskan H+ dalam air)
  2. HNO3 : Asam Nitrat
  3. CH3COOH : Asam asetat (jika dalam air menghasilkan CH3COO- dan H+)
Terkadang, untuk beberapa unsur yang memiliki nama lain seperti Fe, Cu. Pb, kita menyebutnya dengan nama spesifik, tanpa perlu menyebutkan biloksnya.
Untuk senyawaan besi yang mengandung besi dengan biloks 2+, kita bisa mengganti namanya dengan "Ferro", sementara untuk besi dengan biloks 3+  bisa kita ganti dengan "ferri".
Contoh :

FeSO4 : Ferro sulfat
Fe2(SO4)3 : Ferri sulfat

Untuk senyawaan tembaga, senyawa yang mengandung Cu+ bisa disebut dengan "cupro/kupro" sementara Cu2+ dapat diganti dengan "Cupri/kupri".
jadi :

CuCl : Cupro klorida
CuCl2 : Cupri Klorida

Demikian juga dengan timbal, Pb, Pb2+ bisa disebut dengan "Plumbo" sementara Pb4+ disebut dengan "Plumbi".

Sampai disini, apakah sudah cukup jelas?
Semua penjelasan di sini memang hanya dasar-dasarnya saja. Senyawa di sekitar kita lebih kompleks dari ini. Terkadang suatu senyawa juga disebutkan dengan nama jual atau nama umum. Karena itu, harus terus belajar dan membaca lebih banyak lagi. 

Kalau ada yang salah, belum mengerti, atau butuh soal latihan, jangan sungkan untuk komen di bawah atau email saya langsung.
Sampai jumpa di bahasan selanjutnya.
 :)



Setelah mengenal protein secara umum, sekarang kita bahas lebih dalam mengenai penyusun protein.

Seperti yang sudah disebutkan di post sebelumnya, protein merupakan polimer dari asam amino. Asam amino-asam amino tersebut saling tersambung dengan ikatan kimia berupa ikatan peptida hingga menjadi makromolekul.

Asam amino yang lazim ditemukan dalam protein ada 20 jenis. Apa yang membedakan asam amino satu dengan lainnya? Apa kesamaannya?
Asam amino memiliki struktur utama seperti pada gambar :
Struktur utama asam amino
Huruf R menandakan rantai karbon lain yang menjadi rantai samping dari asam amino. Inilah yang membuat asam amino satu dan lainnya berbeda.
Kalau melihat struktur rantai utamanya, rantai terdiri dari gugus asam karboksilat (-COOH) dan amina. Gugus amina terikat pada atom karbon yang berada di posisi alfa (sebelah atom karbon yang mengikat atom oksigen). Kedua gugus fungsi ini dapat menangkap dan melepas atom hidrogen sehingga menjadi bermuatan. Gugus COOH dapat menjadi ion negatif, gugus amina dapat menjadi bermuatan positif seperti pada gambar. 

Oleh karena itu, asam amino dapat menjadi zwitter ion. Zwitterion adalah ion yang memiliki dua muatan berbeda, positif dan negatif, dalam satu molekul. Jadi, molekul asam amino dapat bermuatan positif, dan dapat juga bermuatan negatif.

Kapankah molekul asam amino bermuatan positif, kapan bermuatan negatif?
Nah, untuk menjawab ini, kita harus mengingat kembali pelajaran tentang asam dan basa. Banyak teori tentang asam basa, tapi yang paling lazim dibahas adalah menyangkut ion H+ dan OH-. Sederhanana, asam berarti di dalam larutan banyak terdapat ion H+, basa berarti banyak terdapat OH-.
Ketika di dalam larutannya banyak H+ maka ion H+ akan terikat ke atom oksigen pada gugus asam karboksilat yang sedang dalam keadaan menjadi ion negatif. Maka muatan totalnya akan menjadi +1.
Ketika berada di dalam larutan yang terdapat banyak ion OH-, maka atom H yang terikat pada gugus amina dapat tertarik oleh OH- membentuk air. Maka muatan totalnya menjadi -1.

Namun muatannya yang sebenarnya bergantung juga oleh rantai samping (R) asam amino tersebut. 

Asam amino yang lazim ditemukan pada protein terdiri dari 20 jenis dan dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu :

Asam amino nonpolar alifatik

Terdiri dari 7 asam amino. Disebut asam amino nonpolar alifatik karena rantai sampingnya (yang ditandai dengan kotak merah) berupa rantai karbon, yang cenderung bersifat nonpolar.
Glycine (Gly / G)
Alanine (Ala / A)




Isoleucine (Ile / I)
Leucine (Leu / L)
Methionine (Met / M)
Valine (Val / V)
Proline (Pro / P)


Nama asam amino pada gambar diatas menggunakan bahasa inggris. Tiga huruf pertama di dalam kurung adalah singkatan yang lazim digunakan untuk menunjukkan asam amino. Biasanya sistem penyingkatan digunakan pada penjabaran sekuens protein. Untuk sekuens/rantai protein yang dituliskan seluruh sekuensnya biasanya digunakan sistem 1 huruf agar lebih mudah.
Glycine adalah asam amino yang paling sederhana, dengan rantai samping hanya berupa satu atom hidrogen. Karena itu, glysine tidak memiliki atom C kiral, tidak seperti asam amino lain yang memiliki C kiral. Atom C kiral adalah atom C yang keempat tangannya mengikat rantai/atom berbeda.
Proline adalah satu-satunya asam amino yang rantai sampingnya membentuk siklik dengan rantai utama. Hal ini menyebabkan atom-atom pada rantai proline tidak dapat berotasi dengan bebas.

Asam Amino Aromatik

Asam amino aromatik adalah kelompok asam amino yang rantai sampingnya memiliki gugusan aromatik alias cincin benzena. Dua dari tiga asam amino ini merupakan asam amino esensial.

Tryptophan (Trp / W)
Phenylalanine (Phe / F)
Tyrosine (Tyr / Y)















Tryptophan dan phenilalanine merupakan asam amino essensial. Phenylalanine dapat diperoleh dalam jumlah cukup dari susu, telur, pemanis buatan, dan sumber protein lainnya. Tyrosin dapat dibuat dari phenylalanine. Namun dalam keadaan tertentu, tyrosine tambahan dari diet dapat dibutuhkan.
Permasalahan dalam metabolisme phenylalanine dan tyrosin dapat menyebabkan beberapa penyakit.

Jika di dalam tubuh kita kekurangan, kerusakan, mutasi pada gen yang mengkode enzim phenylalanine hydroxylase, maka metabolisme phenylalanine dan tyrosine akan terganggu. Tyrosine dibentuk dari asam amino phenylalanine melalui reaksi hidroksilasi (penambahan gugus OH) yang dikatalisasi oleh enzim phenylalanine hydroxylase. Penyakit akibat kekurangan atau kerusakan enzim phenylalanine hydroxylase dikarenakan mutasi pada gen yang mengkode enzim ini disebut phenylketonuria (fenilketonuria dalam bahasa indonesia).
Jika enzim tersebut tidak berfungsi dengan baik, phenylalanine yang diperoleh dari diet (makanan dan minuman) akan menumpuk  dalam aliran darah dan jaringan lainnya. Jika konsentrasi phenylalanine dalam darah sudah mencapai batas maksimum yang dapat ditoleransi tubuh, phenylalanine akan mengakibatkan kerusakan pada syaraf dan otak.
Penyakit phenylketonuria ini adalah penyakit keturunan. Gen pembawa penyakit ini resesif, hanya timbul jika kedua orang tua memiliki gen tersebut. Gejala penyakit ini diantaranya keterbelakangan mental, kesulitan berinteraksi, hiperaktif, tremor, kejang, ruam kulit, ukuran kepala dibawah normal. Untuk lebih jelas, anda bisa merujuk ke link MedlinePlus berikut. Penyakit ini dapat disembuhkan, disertai dengan pengaturan asupan makanan yang ketat, harus mengandung phenylalanine dalam jumlah yang sangat sedikit.

Tyrosine berfungsi dalam pembentukan berbagai hormon, protein, serotonin yang merupakan neurotransmitter (pemberi sinyal ke otak), serta dalam pembentukan melanin yang merupakan pigmen warna tubuh dan rambut. Tyrosine diubah menjadi senyawa dopaquinon yang akan diproses lebih lanjut menjadi melanin. Perubahan Tyrosine menjadi dopaquinon ini dikatalisasi oleh enzim tyrosinase. Nah, jika gen pengkode enzim ini mengalami mutasi, maka tyrosine tidak dapat diubah menjadi dopaquinon karena enzimnya mengalami perubahan, atau enzim diproduksi dengan jumlah sangat sedikit sehingga pembentukan melanin akan terhambat. Jika hal tersebut terjadi maka penderitanya akan mengalami albinism atau albino.

Asam Amino Polar Tak Bermuatan

Asam amino yang tergolong golongan ini sebanyak 5 jenis yaitu Cystein, Serin, Threonin, Asparagine, dan Glutamine. 5 asam amino ini bersifat polar karena rantai sampingnya (R) berupa rantai yang cukup pendek dengan tambahan gugus yang relatif polar yaitu gugus hidroksi (OH) pada serine dan threonine, dan gugus amida (CONH2) pada asparagine dan glutamine, pada sistein terdapat gugus tiol (SH) yang polar.

Asparagine (Asn / N)

Glutamine (Gln / Q)

Serine (Ser /S)














Threonine (Thr / T)
Cysteine (Cys / C)

Diantara 5 asam amino tersebut, Threonine merupakan asam amino esensial.
Sistein, memegang peranan penting dalam memberi bentuk pada protein (globular, atau heliks, atau sheet). Dua molekul sistein dapat teroksidasi menghasilkan cystine, dua molekul sistein yang atom sulfurnya saling berikatan. Ikatan kedua atom sulfur itu disebut ikatan disulfida. Keberadaan ikatan disulfida mengakibatkan timbul beberapa perubahan pada rantai protein, seperti bentuk loop.
Cystine, dua molekul cysteine yang teroksidasi membentuk ikatan disulfida (ditandai dengan lingkaran merah)


Asam Amino Polar Bermuatan

Asam amino ada yang bermuatan positif dan ada juga yang bermuatan  negatif. Muatannya bergantung pada rantai samping.

Bermuatan positif

Arginine (Arg / R)
Lysine (Lys / K)
Histidine (His / R)














Muatan positif akan terjadi saat gugus amina pada asam amino tersebut memperoleh tambahan H sehingga menjadi NH3+.

Bermuatan Negatif

Glutamate
Aspartate















Muatan negatif terjadi saat atom H dari OH rantai samping lepas sebagai proton, menyisakan O-.

Histidine merupakan asam amino esensial pada masa pertumbuhan, sehingga kita butuh asupan histide dari luar. Histidine adalah bahan baku pembuatan histamine. Pernah mendengar tentang histamine? Kalau anti-histamine pernah dengar ya. Histamine adalah salah satu reaksi tubuh terhadap benda/protein asing yang masuk ke dalam tubuh. Histamine sebenarnya memiliki fungsi yang baik, yaitu sebagai salah satu neurotransmitter dan berfungsi juga untuk melebarkan pembuluh darah.

Glutamate, terdengar tak asing, bukan?
Kalau MSG pasti semua orang tau. MSG adalah singkatan dari Mono Sodium Glutamate. Dari namanya, dapat kita ketahui bahwa MSG itu adalah garam natrium (sodium=natrium) dari glutamate. Glutamate sendiri merupakan asam amino non esensial, dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Glutamate merupakan neurotransmitter terpenting dalam fungsi otak. Glutamate memainkan peran penting dalam ilmu kedokteran syaraf, karena jika konsentrasi glutamate di luar sel meningkat tajam, glutamate dan senyawa yang berkaitan tersebut akan menjadi racun untuk neuron (sel syaraf). Glutamate disintesis di dalam sel syaraf di otak, karena glutamate tidak dapat menembus blood-brain-barrier (semacam pambatas antara otak dengan pembuluh darah ke otak, yang menyebabkan tidak semua zat dapat masuk ke dalam otak, termasuk sebagian besar jenis obat-obatan). MSG dan glutamat juga dapat diperoleh dari sumber luar, seperti dalam tomat, keju, rumput laut, dan lain-lain. Orang dewasa rata-rata mengkonsumsi 13 gram glutamate dari protein makanan yang kita makan, sementara konsumsi MSG tambahan pada orang dewasa sebanyak 0,55 gram. Glutamate dari protein alami dan glutamate dari MSG tambahan, diproses lebih lanjut dalam tubuh dengan cara yang sama.

Asam Amino Essensial dan Non-essensial

Di bagian awal tadi sudah sering disebutkan asam amino yang essensial dan yang tidak. Apa saja asam amino yang essensial tersebut?
Mari lihat tabel berikut.


Asam amino essensial adalah asam amino yang kita mutlak butuhkan dari luar tubuh, misalnya dari asupan protein dalam makanan. Jika kekurangan asupan protein yang mengandung asam amino tersebut, kesehatan dapat terganggu.
Asam amino non esensial adalah jenis asam amino yang dapat diproduksi oleh tubuh.
Asam amino esensial bersyarat, maksudnya adalah beberapa jenis asam amino non esensial, namun seringkali kita membutuhkan asupan dari luar. Misalkan saat dalam keadaan sakit, atau dalam masa pertumbuhan.

***

Sumber :

Nelson, David. L., Cox, Michael. M., (2005). Lehninger Principles of Biochemistry (4th ed.). W.H. Freeman.

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK10807/

http://www.fda.gov/Food/IngredientsPackagingLabeling/FoodAdditivesIngredients/ucm328728.htm

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001166.htm

http://ghr.nlm.nih.gov/gene/TYR

http://ghr.nlm.nih.gov/gene/PAH

http://sepa.duq.edu/regmed/immune/histamine.html
Pernahkah kamu mendengar kata 'protein'? Pasti pernah kan. Kata 'protein' sering kali muncul di iklan televisi, pelajaran sekolah, seminar dan pelatihan ibu-ibu PKK, dan yang paling sering namun sering terlupakan, yaitu di tabel nutricion fact pada setiap kemasan produk makanan instan.

Apa yang akan terpikir olehmu saat mendengar kata 'protein'? Saya rasa jawabannya adalah makanan.

Ya, protein identik dengan makanan. Namun, sebenarnya protein tidak hanya berada dalam makanan. Protein ada di berbagai hal. Tubuh kita terdiri dari protein yang sangat banyak, kompleks dan bermacam-macam. Rambut, kuku, bulu pada unggas, juga merupakan protein loh, keratin namanya. Keratin merupakan protein yang tidak larut dalam air, sehingga rambut kita tidak hancur ketika terkena air, berbeda dengan protein pada susu yang larut dalam air. 
Adakah hal lain yang unik berkaitan dengan protein? 
Ada. Kunang-kunang dapat memancarkan cahaya pada tubuhnya. Cahaya itu dihasilkan dari reaksi protein bernama Luciferin dengan molekul berenergi tinggi ATP, yang dikatalisis dengan enzim luciferase. Luar biasa.

Lalu, apakah protein itu?
Protein adalah polimer dari asam amino. Asam amino saling tersambung satu dengan lainnya dengan ikatan kimia membentuk rantai. Itulah yang kita sebut dengan protein. Asam amino yang lazim ditemui ada 20 jenis. Beberapa yang terkenal adalah Lysin, Tyrosin, Tryptophan, dan Asam Glutamat. Lebih lengkap tentang asam amino akan dijelaskan di tulisan bagian 2.

Apakah semua protein sama?
Tentu saja tidak. Bayangkan, seandainya ada protein yang terdiri dari 4 asam amino yaitu Lysin (disingkat Lys), Tryptophan (Trp), Tyrosin (Tyr), Asam glutamat (Glu), dengan masing-masing satu residu (dalam biokimia, residu menandakan 1 molekul) kemungkinan kombinasi proteinnya :
Lys-TrP-Tyr-Glu               Trp-Tyr-Glu-Lys
Lys-Tyr-Trp-Glu               Trp-Tyr-Lys-Glu
Lys-Glu-Tyr-Trp               Trp-Glu-Tyr-Lys
Lys-Glu-Trp-Tyr               Trp-Lys-Tyr-Glu
dan maaaaasih banyak lagi. Ingat, urutan berbeda akan menghasilkan protein yang berbeda juga.
Itu hanya dengan 4 asam amino, kalau 20? Bisa dibayangkan kombinasinya akan sangat banyak. Protein juga biasanya sangat besar, enzim dalam tubuh biasanya memiliki rantai protein yang tersusun lebih dari 100 residu asam amino.

Jadi, karena kombinasi penyusunannya bermacam-macam, sebagian besar protein di susu sapi berbeda dengan protein di telur, berbeda dengan protein di jagung, berbeda dengan protein di ikan, berbeda dengan protein di ayam, baik jenis maupun jumlahnya. Meskipun namanya sama-sama protein.

Mengapa tubuh kita memiliki banyak protein? Untuk apa?
Protein memiliki fungsi yang sangat banyak. Diantaranya :
  • Sebagai zat pembangun dalam tubuh, tubuh kita membutuhkan protein dalam jumlah besar karena akan digunakan untuk membentuk otot, rambut, kuku, tulang, serta enzim dalam tubuh.
  • Untuk memelihara tubuh. Pernahkah kalian mendengar ada orang yang melakukan transplantasi hati dari orang yang masih hidup ke orang lain? Apakah si donor jadi tidak punya hati (liver ya dalam hal ini)? Donor hati itu masih punya liver, namun tinggal setengah. Lalu apakah dia akan mati kalau cuma punya setengah liver? Nah ini lah kehebatan liver. Liver adalah salah satu organ penting dalam metabolisme, apalagi di manusia. Ketika terjadi transplantasi, hati yang memiliki kemampuan protein-turn-over yang tinggi dapat memulihkan dirinya, tumbuh kembali, secara bertahap. Namun tidak lagi demikian jika hati rusak. Tidak hanya pada hati, protein juga penting untuk menjaga agar sel dan jaringan tubuh lain dari kerusakan sehingga tetap berfungsi dengan normal. Jika ada protein dalam jaringan atau sel yang rusak maka akan segera 'dibongkar-pasang' dengan protein yang baru. Itulah yang disebut dengan protein turn over. Jika protein turn over nya tinggi, maka kecepatan bongkar-pasangnya juga cepat, sepperti pada hati dan mukosa usus.
  • Pembentuk energi. Protein juga dapat diubah menjadi energi jika cadangan energi yang lain telah habis. Jadi jika masih ada cadangan gula, maka yang digunakan sebagai energi adalah gula. Jika gula habis maka lemak digunakan, Jika lemak pun habis, protein yang diubah menjadi energi.
  • Pengatur mekanisme dalam tubuh. Protein hormon berperan penting dalam hal ini. Pernah mendengar insulin kan? Insulin adalah protein hormon yang berperan dalam menjaga kadar gula dalam darah. Jika insulin kurang atau tidak dapat diproduksi tubuh dengan benar, akan terjadi kelainan yang disebut diabetes.
  • Antibodi. Antibodi juga erat kaitannya dengan protein. Immunoglobulin, adalah salah satu protein antibodi yang penting. 
  • Toksik. Bisa ular yang mematikan adalah salah satu contoh dari protein toksik.
  • Katalitik. Katalitik disini adalah reaksi yang membutuhkan katalis atau pemercepat reaksi. Sebagian besar protein berfungsi dalam hal katalisis, yang kita kenal sebagai enzim. Enzim dapat ditemukan di setiap bagian tubuh kita. Setiap tahapan metabolisme tubuh kita dilakukan dengan enzim. Lebih lengkap tentang enzim nanti ya, di bagian selanjutnya.
  • Penyimpanan dan pengangkutan zat. Protein berperan untuk menyimpan zat, contohnya feritin yang menyimpan ion besi. Protein juga dapat berfungsi sebagai pengangkut, seperti lipoprotein. Lipoprotein adalah protein yang tergabung dengan lipid (lemak). Lipoprotein sangat penting dalam membawa zat ke sel.

Haruskah kita mengkonsumsi makanan mengandung protein?
Tubuh kita dapat menghasilkan protein sendiri, namun juga memerlukan 'bahan baku' dari luar tubuh. Bahan baku yang dimaksud adalah asam amino, molekul penyusun protein. Protein akan dipecah menjadi penyusunnya kemudian asam amino itu digunakan untuk membentuk protein lagi yang dibutuhkan. Asam amino tersebut ada yang dapat dibuat oleh tubuh, ada yang mutlak harus didapatkan dari luar. Asam amino yang tidak dapat dibuat oleh tubuh manusia dan harus diperoleh dari luar disebut dengan asam amino esensial. Jika kekurangan asupan asam amino esensial, maka tubuh akan mengalami gangguan.
Jika makanan yang kita konsumsi kurang protein, bahan baku untuk menggantikan protein yang rusak dalam tubuh kita dari mana dong?
Protein nabati dan protein hewani, mana yang lebih mudah dicerna? Antara protein di bayam dan daging, mana yang lebih mudah dicerna? Oke, masih ingat pelajaran biologi SMA tentang sel? Apa perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan? Kalau masih ingat, jawabannya adalah......dinding sel. Sel tumbuhan dilapisi oleh dinding sel, sementara sel hewan tidak. Dinding sel yang terbentuk dari selulosa sulit dicerna oleh tubuh kita, sehingga proteinnya sulit 'keluar'. Sementara daging hewan tidak memiliki dinding sel sehingga mudah dicerna tubuh.

Apakah baik jika kita mengkonsumsi protein dari 1 sumber makanan saja, dari kedelai saja, misalnya?
Seperti yang disebutkan sebelumnya, protein dari berbagai sumber memiliki perbedaan, termasuk dalam kadar asam aminonya. Kedelai adalah salah satu bahan makanan yang cukup digemari karena memiliki nutrien yang cukup lengkap. Namun kedelai hanya mencukupi 88% asam amino Tyrosine dibandingkan PAAP FAO (nilai yang biasa digunakan untuk menentukan standar atau kualitas makanan) tahun 1973  dan hanya 69% tryptophan. Susu sapi, yang biasa kita andalkan untuk memenuhi kebutuhan protein, sebenarnya kekurangan asam amino esensial yang mengandung sulfur seperti Metionin dan Sistein.
Lalu sumber makanan apa yang asam aminonya lengkap?
Telur ayam adalah salah satunya. Tapi jangan hanya makan telur ayam ya, makanan yang bervariasi akan sangat baik untuk tubuh kita. Untuk bayi, usahakan selalu diberi ASI. Karena ASI adalah makanan dengan protein yang baik dan lengkap untuk bayi, tanpa suplemen tambahan, tanpa gula tambahan *ups.

Protein yang dibutuhkan per kg berat badan bayi lebih tinggi daripada kebutuhan protein per berat badan orang dewasa. Kebutuhan protein saat masih bayi dibawah satu tahun adalah sebesar 3 g/kg BB/hari sementara kebutuhan orang dewasa 1 gram/kg BB/hari. Kebutuhan wanita hamil dan menyusui jauh lebih besar dibandingkan orang normal. Tentu saja, karena ibu hamil harus membagi nutrisi yang dikonsumsinya dengan si jabang bayi. Begitu pula ketika ibu menyusui, bayi yang hanya bisa minum susu, seperti yang sudah disebutkan tadi, membutuhkan protein yang banyak. Oleh karena itu, ibu sebagai penyedianya harus mengkonsumsi protein jauh lebih banyak lagi. Selain anak-anak dan wanita hamil-menyusui, orang yang sedang sakit juga membutuhkan banyak asupan protein. Jadi, jangan jadikan sakit sebagai alasan untuk enggan makan ya. Kalau ingin tubuh kembali normal, harus banyak makan makanan bergizi tinggi agar kerusakan dalam tubuh segera diatasi. Tentu saja, dengan diet petunjuk dokter ya.


Sekian pendahuluan tentang protein. Pada tulisan berikutnya akan dijelaskan lebih rinci mengenai protein dan penyusunnya.

sumber :

Nelson, David. L., Cox, Michael. M., (2005). Lehninger Principles of Biochemistry (4th ed.). W.H. Freeman.

Susilowati, Hs., Handayani, S., (2004). Hand Out Mata Kuliah Nutrisi. Depok : Departemen Kimia Fakultas MIPA UI.

Hudiyono, S., (2005). Hand Out Mata Kuliah Kapita Selekta Biokimia 1 : Enzim. Depok : Departemen Kimia Fakultas MIPA UI.

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.